My love for you
Cannot be measured even by the depth of the ocean
Even the number of the stars can be counted
Even if you can catch the breath of wind
My love for you is as big as God's creation.
My Angels
You mean everything to me
Even all of you is not around me
Your laughers and your hugs
Always around me
To cheer me up
To keep my rainbows colourful and bright
To strengthen my feet on the ground
To move further
In this world full of sadness.
My Angels...
Even though my words seldom reach all of you now
My prayers are always for all of you
Your names always reach God's door
To get his blessings, guidance, love and forgiveness
And...
If one day HE call me
Continue my prayers
For I need your love and strength
To continue my journey in the different world
Just remember
As long as I still can see the sun shines
and the moon fades away
My love is all for you
My five Angels...
Melaka
august 2009
PERMATA HATIKU
Anak-anak adalah pendorong untuk aku terus melangkah kedepan, mengharungi onak dan duri. Kerana mereka aku masih bertahan dan akan terus menyayangi mereka selama-lamanya.
Saturday, August 29, 2009
Tuesday, June 9, 2009
Warna Warni Kehidupan
Kita seiringan bersama
Mendewasakan diri dengan warna warni kehidupan
Melangkah dalam liku hidup
Menerokai rimba bahagia dan keperitan
Belajar bertatih dan berlari
Menelusuri semua onak dan durinya
Sehingga sampai ketanah lapang yang aman
Lalu kita terpinga-pinga
Terlalu luas dan kosong
Duri dan onak di belakang sudah jauh kita tinggalkan
Gengaman erat tangan kita
Mula merengangkan ikatan
Kita meghela nafas panjang
Bahagia sudah dalam genggaman kita
Namun kita mudah lupa
Begitu sengsaranya
Menerobosi keperitan dan kegelapan
Dalam terang pula kita buta
Kita tidak lagi mengenali apa itu pengorbanan
Kita sudah lupa janji lama
Dan dalam terang mentari
Kita lepaskan ikatan kita
Kita melangkah berpecah arah
Ada hati menderita
Ada airmata terus mengalir
Ada hati tersentuh hiba
Dan ada sesal mencengkam rasa
Namun jalan di depan bukan lagi
Buat kita bersatu tetapi berpecah!
Kota Kinabalu
07/06/2009
Mendewasakan diri dengan warna warni kehidupan
Melangkah dalam liku hidup
Menerokai rimba bahagia dan keperitan
Belajar bertatih dan berlari
Menelusuri semua onak dan durinya
Sehingga sampai ketanah lapang yang aman
Lalu kita terpinga-pinga
Terlalu luas dan kosong
Duri dan onak di belakang sudah jauh kita tinggalkan
Gengaman erat tangan kita
Mula merengangkan ikatan
Kita meghela nafas panjang
Bahagia sudah dalam genggaman kita
Namun kita mudah lupa
Begitu sengsaranya
Menerobosi keperitan dan kegelapan
Dalam terang pula kita buta
Kita tidak lagi mengenali apa itu pengorbanan
Kita sudah lupa janji lama
Dan dalam terang mentari
Kita lepaskan ikatan kita
Kita melangkah berpecah arah
Ada hati menderita
Ada airmata terus mengalir
Ada hati tersentuh hiba
Dan ada sesal mencengkam rasa
Namun jalan di depan bukan lagi
Buat kita bersatu tetapi berpecah!
Kota Kinabalu
07/06/2009
Saturday, June 6, 2009
Nyanyian Rama-Rama
Bagai rama-rama robek sayapnya
Payah mengapai debunga mewangi
Pincang halanya
Hanya airmatanya tidak menitis
Bagai nyanyian rama-rama
Tiada irama tiada melodi
Hanya punya lambaian warna warni
Memaparkan keriangan
Walau berduka
Dan...
Bagai rama-rama
Robek saypnya
Mendendangkan lagu tanpa irama
Menutup duka dengan lembaiannya
Menyembunyikan kesedihan
Pda warna warni kepaknya
Aku juga sepertinya.
Kota Kinabalu
05/06/09
Payah mengapai debunga mewangi
Pincang halanya
Hanya airmatanya tidak menitis
Bagai nyanyian rama-rama
Tiada irama tiada melodi
Hanya punya lambaian warna warni
Memaparkan keriangan
Walau berduka
Dan...
Bagai rama-rama
Robek saypnya
Mendendangkan lagu tanpa irama
Menutup duka dengan lembaiannya
Menyembunyikan kesedihan
Pda warna warni kepaknya
Aku juga sepertinya.
Kota Kinabalu
05/06/09
Saturday, May 16, 2009
Tuesday, May 12, 2009
Mungkinkah?

Mungkinkah penderitaan ini terlalu berat
Membebani diri
Memenuhi ruang segumpal fikiran
Ataukah memori ini sudah penuh
Sehingga tidak dapat terus berfikir
Entah !
Mungkinkah jasadku
Terlalu menderita
Mengasihani diri yang terus dilanda bebanan
Air mata jatuh membasahi pipipun
Sudah tidakku sedari
Apakah diri ini betul betul berjauh hati?
Entah!
Aku sendiri tidak menyangka
Air mata terus mengalir tanpa ada kesedihan dalam diri
Apakah aku sudah terlalu sebati dengan derita
Sehingga aku tidak merasakan keperitannya
Dan jasadku terus merintih!
Hairan...
Tanpa mimpi sedih aku menangis dalam tidur
Tanpa sebak aku merasa kebingunggan
Lantas terlintas dalam benak ini
Jasadku merasai penderitaan ini
Walau zahirku cuba melupakannya.
Entah!
Aku mula mengasihani diriku
aku mula membedah rasa
Mungkinkah..
Hati in berjauh rasa
Atau...
Sebenarnya aku derita tanpa mahu menerimanya!
Kota Kinabalu
12/05/09
Saturday, May 9, 2009
Mengenangimu Mama

Mengenangimu mama
Kepiluan tergamit lagi
Mengingkarimu dulu
Membuatku menanggung sejuta sesal seumur hidupku
Tidak setitikpun jerih peluhmu dapat kubalas
Apa lagi membalas jasamu.
Mama...
Hari ini seluruh anak-anak mengingati ibu mereka
Hati ibu-ibu berbungga, bangga
Terhibur hati yang tercalar
Biar dalam derita
Wajah ibu tetap riang
Dan aku sendirian di sini
Merinduimu mama.
Andai kau masih bersamaku
Hanya satu kupinta
Aku mahu sujud di kakimu
Mencium tapak kakimu
Memohon ampun dan maaf
Dan andai kau mendengar keluhan dan rintihanku mama
Ampunkan anakmu ini.
Selamat hari ibu, mama tersayang.
Kota Kinabalu, 10/05/2009
Kepiluan tergamit lagi
Mengingkarimu dulu
Membuatku menanggung sejuta sesal seumur hidupku
Tidak setitikpun jerih peluhmu dapat kubalas
Apa lagi membalas jasamu.
Mama...
Hari ini seluruh anak-anak mengingati ibu mereka
Hati ibu-ibu berbungga, bangga
Terhibur hati yang tercalar
Biar dalam derita
Wajah ibu tetap riang
Dan aku sendirian di sini
Merinduimu mama.
Andai kau masih bersamaku
Hanya satu kupinta
Aku mahu sujud di kakimu
Mencium tapak kakimu
Memohon ampun dan maaf
Dan andai kau mendengar keluhan dan rintihanku mama
Ampunkan anakmu ini.
Selamat hari ibu, mama tersayang.
Kota Kinabalu, 10/05/2009
Friday, May 8, 2009
MENANTI NOKTAH!
Menanti Noktah!
Mentari berhenti menyinar
Ombak tidak lagi membelai pantai
Bulan tidak lagi mengambang
Dan angin tidak lagi membelai alam.
Terasa seperti...
Awan akan terus mendung
Unggas tidak lagi menyanyi riang
Embun tidak lagi sesejuk salju
Dan Suria seperti malas menonjolkan diri.
Dan...
Terasa seperti...
Hidup ini tidak bermaya lagi
Biar bebanan seberat gunung
Biar derita seluas lautan samudera
Air mata sudah lesu mengalir
Antara sedih dan gembira
Semua seperti sama rasanya.
Terasa seperti
Jiwa ini terbang keawang-awangan
Semangat sudah mula membeku
Hari-hari hanya menanti mentari mengundur diri
Dan esok menanti Suria menegur alam
Lesu meneruskan langkah
Menanti noktah menamat perjalanan.
Kota Kinabalu, May 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)